Wednesday, October 9, 2019

Tugas Pertemuan OL 5 Komunikasi Visual Periklanan

Gillian Dermawan
20170501007

Contoh iklan semantik asosiasi 

1. Iklan Adem Sari

 2. Iklan kartu Fren


Contoh iklan semantik sinestesia

1. Iklan mie sedaap












2. Iklan sirup marjan









Friday, October 4, 2019

Tugas OL 5 Komunikasi Pemasaran Terpadu

Gillian Dermawan 20170501007


Pemprosesan informasi oleh konsumen dilakukan dalam delapan tahap yang saling berkaitan. Jelaskan dan berikan contoh 8 tahap tersebut. (modul).


1.     1. Exposure terhadap informasi
Memperoleh exposure adalah suatu keharusan namun tidak cukup untuk mencapai keberhasilan komunikasi. Mengekspos konsumen kepada pesan suatu merek merupakan fungsi dari keputusan manajerial utama mengenai besarnya anggaran,dan pilihan media dan alat untuk menyampaikan pesan tersebut. Contoh : Produk “Minyak Kelapa Sawit Tropicana Slim” mengadakan program sampling produk di pusat perbelanjaan, seperti Giant dan Hypermart. Dalam kegiatan sampling ini, pihak Tropicana Slim memberikan contoh produk serta informasi yang selengkap mungkin kepada konsumen yang mendatangi tempat tersebut. Selain itu, pihak Tropicana Slim juga mengunjungi kantor-kantor untuk mempromosikan produk minyak kelapa sawitnya.

2.      2.  Atensi yang selektif
Atensi berarti fokus kepada dan mempertimbangkan pesan yang telah diekspos seseorang. Karenanya atensi menjadi amat selektif. Selektivitas diperlukan karena kapasitas pemprosesan informasi terbatas dan utilisasi efektif dari kapasitas ini membutuhkan alokasi energi mental dari konsumen kepada pesan-pesan yangrelevan dan sesuai dengan current goal.

3.       3. Pemahaman mengenai informasi yang disampaikan
Pemahaman merupakan salah satu dari subyek-subyek yang paling penting dalam komunikasi pemasara. Proses perceptual dalam menginterpretasikan stimulus dikenal dengan istilah perceptual encoding. Proses ini terdiri dari dua tahap utama. Feature analysis merupakan tahap awal dimana penerima pesan melihat ciri dasar dari stimulus danmembuat klarifikasi pendahuluan. Tahap kedua yaitu active synthesis, tidak hanyamelakukan pemeriksaan terhadap ciri-ciri fisik. Interpretasi dihasilkan dari usaha mengkombinasikan ciri-ciri stimulus dengan ekspektasi yang semestinya sesuai dengan konteks yang diinginkan.Ekspetasi, kebutuhan, sifat, pengalaman masa lalu, dan sikap terhadap obyek stimulus, memaikan peran penting dalam menentukan persepsi konsumen.

4.     4.   Menyetujui Apa yang Dipahami
Kosumen tidak hanya memahami sebuah pesan, tetapi juga menyetujui pesantersebut ( tidak menolak, atau melawan ). Persetujuan bergantung apakah pesan tersebut dapat dipercaya atau mengandung informasi dan daya tarik yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianggap penting oleh konsumen.

5.       5. Penyimpanan dan Pencarian/Pemanggilan Kembali Informasi yang Tersimpan
Dari perspektif Komunikasi Pemasaran, memori dilibatkan berbagai masalah yang dapat diingat konsumen ( recognize dan recall ) mengenai stimulus pemasaran, dan bagaimana mengakses dan memanggil kembali ( retrieve ) informasi tersebut ketika sedang membuat pilihan membuat untuk mengkonsumsi. Subyek mengenai memori tidak terpisahkan dari proses pembelajaran ( learning ), karenanya paragraf berikut akan terlebih dulu membahas dasar - dasar memori, kemudian menelaah dasar pembelajaran dan terakhir, menekankan kepada aplikasi praktis dari prinsip - prinsip memori dan pembelajaran dalam Komunikasi Pemasaran.

1.      6.  Menentukan Pilihan di antara Altenatif yang Ada

Ketika berpikir untuk membeli sebuah produk kategori tertentu, bagaimana seorang konsumen memutuskan merek mana yang akan dipilihnya ? Jawaban yang sederhana adalah bahwa ia akan memilih merek “ terbaik ”. Namun tidak selalu jelas mana yang merupakan merek yang terbaik, khususnya yang mengingat bahwa konsumen umumnya menyimpan, dalam memori jangka panjang mereka, berbagai informasi mengenai setiap merek yang masuk dalam daftar pertimbangan mereka.
Konsumen sering menggunakan strategi penyederhanaan, disebut heuristic, untuk sampai pada keputusan yang setidaknya memuaskan jika tidak dapat dikatakan sempurna. Bentuk paling sederhana dari semua keputusan heuristic adalah affect referal. Dengan strategi ini individu dengan mudah dapat “ memanggil ” dari memorinya sikap atau pengaruh tertentu mengenai alternatif yang ada dan memilih alternatif yang pengaruhnya paling positif. Secara umum, jenis strategi ini biasa digunakan untuk produk - produk yang sering dibeli, di mana resiko pembeliannya minimum. Produk - produk semacam itu umumnya dikategorikan sebagai low - involvement purchaces.

2.      7. Bertindak Berdasarkan Keputusan yang telah Diambil
Perilaku konsumen dalam menentukan pilihan sepertinya terlihat sederhana dan pasti. Namun, sebenarnya tidak demikian. Orang tidak selalu berperilaku konsistem sesuai dengan preferensinya. Alas an utama dari hal ini adalah adanya presence of event atau factor situasional yang mengganggu, menghalangi, atau bahkan mencegah seseorang menuruti keinginannya.